Rendezvouz Orang Aneh
Itu hanyalah judul saja, ndak ada kok orang-orang aneh yang benar-benar be-rendezvous itu, tapi yang ada hanyalah acara 'nyangkruk' bersama saja, ngopi bareng.. ngobrol 'ngalor ngidul', tentang apa saja yang terjadi, tanpa jadwal dan agenda yang di-schedule-kan.
Pertemuan dengan banyak orang-orang aneh sendiri masihlah misterious, dalam arti kata, "kenapa bisa bertemu", la gimana? wong ndak ada yang saling mencari. Tapi mungkin karena kinerja antena dari masing-masing saja, kemudia bisa nyambung dan akhirnya kongkow bareng. Anehnya, kebanyakan dari habitat orang aneh - jika bisa dinamakan demikian - merasa adanya bentuk percepatan. Terlepas dari jarak geografis maupun status bin embel2 sosial ataupun profesi masing-masing orang aneh, kedekatan bisa tercipta, dengan jumlah orang yang semakin banyak, bukan untuk suatu hal yang bersifat eksklusif, tapi justru inklusif in term of interest dan tujuan bersama. Seperti menemukan induk dari anak-anak ide pencarian saya selama ini rasanya....
Sengaja saya menulis ini untuk tidak dimengerti, semakin anda bingung - semakin baiklah, oleh karena saat ini saya memang sedang menulis untuk diri sendiri, sebagai bentuk prasasti saja, bahwa langkah-langkah hidup saya telah membawa sampai pada titik ini. Supaya jika nantinya - semoga tidak -saya berhenti atau surut langkah lagi pada suatu proses yang membingungkan dari ketidakbingungan akan ide yang ada dalam pemikiran saya sekarang ini, saya bisa menyeret diri balik di titik ini, ndak gitu buang waktu lagi, berpusing-pusing pada pola masalah yang sama lagi.
"Tidak ada yg kebetulan, ini pasti leading to somewhere.. to a purpose, designed by Yang Maha Aneh," pikirku. Walau, tentu saja, ku paham akan adanya beberapa resiko yang mengikuti, antara lain seolah-olah menjadi terlihat lebih terpisah dari dunia yang tidak aneh.
Serangkain proses tiada henti siap menanti untuk di jalani, dalam hal mana nantinya, setiap jengkal proses yang terkait dengan keanehan yang dijalani akan menuntun pada suatu pemahaman, yang mana nantinya akan menjadikan keanehan itu menjadi tidak aneh bagi masing-masing orang aneh yang melakoninya, walaupun bagi orang tidak aneh, hal itu mungkin menambah kadar keanehan orang aneh, vis-a-vis orang tidak aneh yang pada saat tertentu mempertanyakan suatu hal terkait ketidakanehannya, yang justru menjadikan mereka menjadi orang aneh dalam parameter ketidakanehan mereka.
Sebenarnya, tidak ada keanehan dalam kongkow-nya orang-orang aneh, karena pen-stample-an diri sebagai orang aneh hanya ada saat diperbandingkan dengan keberadaan orang tidak aneh. Tidak ada juga pembicaraan yang aneh. Semuanya ada dalam bentuk kewajaran saja. Ide atas isu-isu yang diangkat di dalam komunitas, tetaplah terbuka bagi orang tidak aneh untuk menuduhnya sebagai hal yang nonsen bin absurd, referensi pemahaman atas suatu phenomena ataupun kejadian, tetaplah terbuka bagi orang tidak aneh untuk mengkritisi atau bahkan langsung menuduh itu semua sebagai justifikasi.
Jika ditanya keuntungan apakah yang ada dalam berkomunitas dengan orang aneh? keuntungannya adalah kesadaran bahwa itu semua bukan untuk mencari untung. Maka pilihan berkomunitas di sini adalah pilihan untuk berproses untuk mengenali dan memahami keanehan orang aneh sehingga menjadi suatu bentuk kewajaran, dalam hal mana ketulusan adalah kata kuncinya.
Lalu kesimpulannya?
Segala hal yang diyakini sebagai aneh oleh orang-orang aneh di sini tidaklah untuk disimpulkan dalam bentuk definisi redaksional, tetapi lebih sebagai suatu konfirmasi atas suatu nilai yang diyakini - yang harus diamalkan, karena semua ini bukanlah proses pewacanaan kognitif, melainkan lebih pada refleksi empiris yang diolah menjadi sesuatu analisa pola yang aplikatif.
HwaRAKADah!
